Rois Suriah PCINU Hong Kong yang juga Presiden Direktur Santri Millenial Centre (Simac), Nur Rohman memperkenalkan konsep Gus Iwan (Gerakan Santri Usahawan) dalam diskusi publik dengan tema “Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Kewirausahaan} untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, Minggu, (12/1/2020).

Disebutkan Gus Iwan merupakan program Simac yang bergerak dan berkomitmen untuk mengimplementasikan arus baru ekonomi Indonesia yang digagas oleh Wakil Presiden KH Maruf Amin. Para santri bergabung dalam wadah Gus Iwan saat ini mengelola satu produk yang cukup diminati masyarakat, yaitu Kopi Abah.

“Acara yang digelar mulai pukul 10 pagi ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang mayoritas telah tergabung dalam majelis ranting NU Hong Kong,” ujar Nur Rohman dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Selasa (14/1/2020).

Nur Rohman menjelaskan warga Nahdlyin Hong Kong merupakan salah satu komunitas berbasis keagamaan yang memiliki anggota cukup banyak. Dirintis sejak tahun 2012, NU Hong Kong saat ini menaungi lebih dari 60 majelis ranting yang tersebar di seluruh pelosok Hong Kong.

Berawal dari kegiatan capacity building untuk PMI yang kerap diselenggarakan oleh NU Hong Kong dan BNI Hong Kong, tercetus kesepakatan untuk menerbitkan kartu tanda anggota yang akan memudahkan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Hong Kong mendata anggotanya. Kartu anggota yang kemudian disebut Kartanu ini kemudian disepakati berbasis Kartu Debit BNI.

Perjanjian kerja sama penerbitan Kartanu ditandatangani di Ruang Galeri BNI Hong Kong oleh Ketua Tanfidziah PCINU Hong Kong Kistiawanto dan General Manager BNI Hong Kong Wan Andi Aryadi. Penandatangan ini disaksikan juga oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Ricky Suhendar, Ketua Dewan Pembina Simac Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, Rois Suriah PCINU Hong Kong Nur Rohman, dan Pemimpin Divisi Internasional BNI Eko Setyo Nugroho.

“Ke depannya PCINU Hong Kong melalui majelis-majelis ranting akan melakukan sosialisasi Kartanu kepada seluruh anggota. Kami ingin semua anggota NU di Hong Kong mendapatkan akses untuk meningkatkan kapasitasnya dan mudah dalam mengelola tabungannya,” ujar Kistiawanto.

Jadi manfaat Kartanu ini sangat banyak, selain sebagai kartu anggota sekaligus kartu debit BNI. “Yang paling penting tentu saja akses kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan BNI dalam naungan program kami bersama BNI. Jadi PMI pulang ke Tanah Air bawa modal keterampilan dan tabungan sebagai bekal untuk memulai usaha,” ujar Eko.

Dalam diskusi itu Ketua Dewan Pembina Simac Ahmad Syauqi menekankan 2 hal utama kepada PMI. Pertama pentingnya menjaga jatidiri bangsa di negara Hong Kong karena ini adalah kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Kemudian beliau juga menambahkan pentingnya meningkatkan kapasitas bagi PMI.

Ruang dan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas telah difasilitasi oleh KJRI Hong Kong, BNI Hong Kong dan PCINU Hong Kong. PMI agar memanfaatkannya sehingga menjadi SDM yang berkualitas pada saat kembali ke Tanah Air.

“Dengan bekal keterampilan dan akses kewirausahaan, akan menjadi modal kesiapan PMI membangun perekonomian untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya di Tanah Air,” tutur Ahmad Syauqi.

Ahmad Syauqi juga memperkenalkan Jamal (Jaringan masyarakat Halal) yang ke depan akan memfasilitasi produk UMKM ekspor dari Indonesia untuk dunia.

———————————————————————————————————————————————————————————————-

via : https://www.beritasatu.com/rully-satriadi/ekonomi/595219/simac-kenalkan-program-gus-iwan-ke-pmi-hong-kong

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *